Sundaland jejak sejarah Sunda yang hilang

Daftar Isi



Sejarah Sunda tidak hanya terkait dengan kerajaan-kerajaan besar seperti Kerajaan Sunda atau Pajajaran, tetapi juga dengan narasi yang lebih luas mengenai daratan purba yang dikenal sebagai Sundaland. Sundaland adalah wilayah daratan besar di Asia Tenggara yang terbentuk pada masa glasial terakhir, sekitar 18.000 tahun lalu, ketika permukaan laut jauh lebih rendah dibandingkan sekarang. Daratan ini menyatukan pulau-pulau besar seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, dan Semenanjung Malaya menjadi satu kesatuan geografis. Namun, ketika zaman es berakhir dan permukaan laut naik, sebagian besar wilayah Sundaland tenggelam, meninggalkan jejak yang kini hanya bisa ditelusuri melalui penelitian geologi, arkeologi, dan genetika.

Kehilangan daratan Sundaland membawa implikasi besar bagi sejarah manusia di Nusantara. Para ahli berpendapat bahwa masyarakat yang mendiami Sundaland telah mengembangkan bentuk peradaban yang cukup maju, dengan jaringan sosial dan budaya yang kemudian beradaptasi ketika wilayah mereka terpecah menjadi kepulauan. Jejak budaya Sunda yang kita kenal sekarang dapat dipandang sebagai salah satu warisan dari transformasi besar tersebut. Kesamaan genetis antara penduduk asli Asia Tenggara dan masyarakat kepulauan Indonesia memperkuat hipotesis bahwa migrasi dan adaptasi dari Sundaland berperan penting dalam pembentukan identitas etnis dan budaya di kawasan ini.

Narasi tentang “sejarah Sunda yang hilang” bukan sekadar mitos, melainkan bagian dari kajian akademik yang menyingkap hubungan antara geografi purba dan perkembangan budaya. Hilangnya Sundaland menjadi simbol keterputusan sejarah yang harus direkonstruksi melalui ilmu pengetahuan modern. Dengan demikian, memahami sejarah Sunda tidak hanya berarti menelusuri kerajaan-kerajaan yang pernah berjaya, tetapi juga mengaitkannya dengan daratan purba yang tenggelam dan meninggalkan warisan tak kasat mata dalam bahasa, tradisi, dan identitas masyarakat Sunda masa kini.